Perkuat Hilirisasi Perkebunan, BRMP Sultra Tinjau Perbenihan Kakao dan Kelapa di Kolaka Utara
Kolaka Utara, 3-4 Oktober 2026 — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tenggara terus memperkuat dukungan terhadap program hilirisasi perkebunan melalui kegiatan monitoring dan pengawalan perbenihan komoditas perkebunan di Kabupaten Kolaka Utara. Monitoring dilakukan pada lokasi perbenihan kelapa di Kecamatan Pakue Utara dan kakao di Kecamatan Ngapa.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya memastikan ketersediaan dan kesiapan benih sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan kawasan perkebunan. Benih yang bermutu dan tersedia dalam jumlah yang memadai menjadi faktor strategis untuk mendukung peningkatan produktivitas, kontinuitas produksi, serta pengembangan usaha perkebunan yang berorientasi pada nilai tambah.
Dalam kegiatan tersebut, tim BRMP Sultra melakukan peninjauan lapangan dan koordinasi dengan pengelola pembibitan untuk melihat perkembangan kegiatan perbenihan, kondisi pembibitan, serta berbagai aspek yang perlu mendapatkan pengawalan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai target.
Perbenihan Kelapa di Kecamatan Pakue Utara untuk komoditas kelapa, pembibitannya kebetulan sudah memiliki Sertifikat Mutu Benih yang diterbitkan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan dan Hortikultura (BPSBPH) Sulawesi Tenggara, kegiatan perbenihan tersebut dikelola oleh Yasin, S.P. (CV. Jaya Bersama) dengan pengguna benih PT Citra Nurani Nusantara. Dari total 214.313 butir benih kelapa yang diperiksa, sebanyak 147.500 butir atau setara dengan 5.900 kemasan dinyatakan memenuhi syarat untuk diberikan label benih berwarna hijau dengan nomor seri 03.73.085 sampai dengan 03.73.984. Sertifikat mutu benih tersebut diterbitkan pada Juli 2026 dan masa berlakunya maksimal satu bulan setelah tanggal panen. Walaupun demikian Tim BRMP memastikan saja ketersediaan benih yang ada dilokasi pembibitan sebelum salur.
Untuk komoditas kakao, data lokasi pembibitan menunjukkan adanya kegiatan perbenihan di Desa Puurau, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, dengan koordinator/mandor Mirwing. Lokasi tersebut tercatat memiliki jumlah benih sebanyak 2.300.000 benih. Selain itu, pada data pembibitan yang sama juga tercatat tambahan benih dari Desa Puurau sebanyak 310.000 benih.
Besarnya volume pembibitan tersebut menunjukkan pentingnya pengawalan secara berkala untuk memastikan kegiatan perbenihan dapat mendukung kebutuhan pengembangan kawasan kakao. Monitoring juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kendala sejak dini sehingga kualitas dan kesiapan benih dapat tetap terjaga.
Dengan pengawalan yang konsisten, pengembangan perbenihan kelapa dan kakao di Kabupaten Kolaka Utara diharapkan dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat ekosistem perkebunan dan mempercepat terwujudnya hilirisasi komoditas perkebunan di Sulawesi Tenggara.